banner 728x250

Tradisional Suluk Torikot Nagsabandia di Desa Gading Permai Berlangsung 10 Hari

banner 120x600
banner 468x60

Perisainegri.Com _ Kampar|Sabtu, 18 Oktober 2025 — Masyarakat Desa Gading Permai kecamatan Kampar Kiri Hilir merayakan acara tradisional Suluk Torikot Nagsabandia yang telah berlangsung selama 10 hari 11 malam, mulai dari tanggal 8 Oktober lalu hingga hari ini. Acara ini merupakan tradisi tahunan yang sangat dinantikan oleh masyarakat desa tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan di tempat khusus di desa Gading Permai dan dihadiri oleh masyarakat setempat serta tokoh penting, termasuk Kepala Desa Ali Murin yang secara pribadi turut serta dalam acara tersebut. Kehadiran beliau menambah semarak dan memberikan dukungan terhadap keberlangsungan tradisi yang sarat makna ini.

banner 325x300

Acara Suluk Torikot Nagsabandia ini dipimpin langsung oleh Abuya Guru Bapak H. Burhanudin Husin, seorang ulama dan tokoh spiritual yang sangat dihormati di daerah itu. Kegiatan ini meliputi berbagai bentuk ritual keagamaan, zikir, dan doa bersama yang dilakukan secara khusyuk dan penuh penghayatan.

Tradisi ini dilaksanakan satu kali dalam setahun dan menjadi momen penting untuk mempererat ukhuwah serta menjaga keberlanjutan budaya dan keagamaan masyarakat desa Gading Permai. Penutupan acara dilakukan hari ini, Sabtu, 18 Oktober 2025, dengan harapan semoga kegiatan ini membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh warga desa.

Masyarakat berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tetap menjaga warisan budaya dan keagamaan yang luhur.Tradisional Suluk Torikot Nagsabandia di Desa Gading Permai Berlangsung 10 Hari

Sabtu, 18 Oktober 2025 — Masyarakat Desa Gading Permai kecamatan Kampar Kiri Hilir merayakan acara tradisional Suluk Torikot Nagsabandia yang telah berlangsung selama 10 hari 11 malam, mulai dari tanggal 8 Oktober lalu hingga hari ini. Acara ini merupakan tradisi tahunan yang sangat dinantikan oleh masyarakat desa tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan di tempat khusus di desa Gading Permai dan dihadiri oleh masyarakat setempat serta tokoh penting, termasuk Kepala Desa Ali Murin yang secara pribadi turut serta dalam acara tersebut. Kehadiran beliau menambah semarak dan memberikan dukungan terhadap keberlangsungan tradisi yang sarat makna ini.

Acara Suluk Torikot Nagsabandia ini dipimpin langsung oleh Abuya Guru Bapak H. Burhanudin Husin, seorang ulama dan tokoh spiritual yang sangat dihormati di daerah itu. Kegiatan ini meliputi berbagai bentuk ritual keagamaan, zikir, dan doa bersama yang dilakukan secara khusyuk dan penuh penghayatan.

Tradisi ini dilaksanakan satu kali dalam setahun dan menjadi momen penting untuk mempererat ukhuwah serta menjaga keberlanjutan budaya dan keagamaan masyarakat desa Gading Permai. Penutupan acara dilakukan hari ini, Sabtu, 18 Oktober 2025, dengan harapan semoga kegiatan ini membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh warga desa.

Masyarakat berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tetap menjaga warisan budaya dan keagamaan yang luhur.Tradisional Suluk Torikot Nagsabandia di Desa Gading Permai Berlangsung 10 Hari

Sabtu, 18 Oktober 2025 — Masyarakat Desa Gading Permai kecamatan Kampar Kiri Hilir merayakan acara tradisional Suluk Torikot Nagsabandia yang telah berlangsung selama 10 hari 11 malam, mulai dari tanggal 8 Oktober lalu hingga hari ini. Acara ini merupakan tradisi tahunan yang sangat dinantikan oleh masyarakat desa tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan di tempat khusus di desa Gading Permai dan dihadiri oleh masyarakat setempat serta tokoh penting, termasuk Kepala Desa Ali Murin yang secara pribadi turut serta dalam acara tersebut. Kehadiran beliau menambah semarak dan memberikan dukungan terhadap keberlangsungan tradisi yang sarat makna ini.

Acara Suluk Torikot Nagsabandia ini dipimpin langsung oleh Abuya Guru Bapak H. Burhanudin Husin, seorang ulama dan tokoh spiritual yang sangat dihormati di daerah itu. Kegiatan ini meliputi berbagai bentuk ritual keagamaan, zikir, dan doa bersama yang dilakukan secara khusyuk dan penuh penghayatan.

Tradisi ini dilaksanakan satu kali dalam setahun dan menjadi momen penting untuk mempererat ukhuwah serta menjaga keberlanjutan budaya dan keagamaan masyarakat desa Gading Permai. Penutupan acara dilakukan hari ini, Sabtu, 18 Oktober 2025, dengan harapan semoga kegiatan ini membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh warga desa.

Masyarakat berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tetap menjaga warisan budaya dan keagamaan yang luhur.

Tim _ Red PnC

Penulis – Yopi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *