PEKANBARU – Semangat memperkuat profesionalisme insan pers di Provinsi Riau terus digaungkan. Tokoh media, Datin Imelda Samsi, S.E., menginisiasi pembentukan Media Badrika Nusantara (MBN), sebuah wadah yang menghimpun sekitar 30 perusahaan media beserta para pimpinan redaksi dan pemilik media dari berbagai daerah di Provinsi Riau.
MBN dibentuk dengan tujuan memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi, menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat, serta membangun sinergi yang baik dengan instansi pemerintah maupun sektor swasta di seluruh 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Dalam arahannya, Datin Imelda Samsi, S.E. menegaskan bahwa MBN bukan hanya menjadi tempat berhimpunnya perusahaan media, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas dan integritas para jurnalis.
«”Insyaallah wadah ini akan kita besarkan bersama. Kita ingin seluruh anggota memahami dan menjalankan profesi wartawan secara profesional, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta mampu bersinergi dengan seluruh pihak tanpa meninggalkan fungsi kontrol sosial,” ujar Datin Imelda Samsi.»
Ia juga mengingatkan seluruh insan pers agar menjaga marwah profesi wartawan sehingga tidak lagi muncul stigma negatif terhadap oknum yang mencoreng nama baik jurnalis.
Menurutnya, wartawan harus memahami bahwa UKW adalah Uji Kompetensi Wartawan, bukan sekadar simbol atau formalitas. Kompetensi, etika, dan tanggung jawab dalam menyajikan informasi yang akurat harus menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Penasehat Hukum MBN, Frans, menyampaikan harapannya agar kehadiran Media Badrika Nusantara dapat menjadi momentum memperbaiki citra profesi wartawan di mata masyarakat.
“Kami berharap ke depan profesi wartawan semakin dihormati karena menjalankan tugas sesuai kode etik, profesional, dan menjadi mitra strategis bagi pemerintah maupun masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Andi Mandau menegaskan bahwa seluruh anggota MBN harus memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) profesi wartawan sehingga setiap karya jurnalistik yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita ingin seluruh anggota memahami tupoksi wartawan, bekerja berdasarkan fakta, berpedoman pada Undang-Undang Pers, serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik,” katanya.
Pembentukan Media Badrika Nusantara mendapat dukungan penuh dari para pimpinan redaksi dan pemilik perusahaan media yang hadir. Mereka optimistis MBN akan menjadi organisasi media yang mampu mempererat solidaritas antarmedia, meningkatkan kualitas sumber daya manusia pers, serta menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Dengan semangat kebersamaan, Media Badrika Nusantara diharapkan mampu menjadi wadah yang melahirkan insan pers yang profesional, berintegritas, dan berkomitmen menyajikan informasi yang berimbang, akurat, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.


















