banner 728x250

Datin Imelda Samsi S.E Angkat Bicara! Bantah Fitnah Pemalsuan Surat dan Tudingan Melengserkan Ketua Irfan: “Saya Tidak Pernah Berkhianat, Saya Hanya Menjalankan Mandat DPP”

banner 120x600
banner 468x60

PEKANBARU, 1 Agustus 2026 – Setelah berhari-hari menjadi sorotan akibat derasnya pemberitaan dan polemik internal yang mengguncang DPD GRIB Jaya Provinsi Riau, Datin Imelda Samsi, S.E. akhirnya memecah kebisuannya. Dalam pertemuan bersama sejumlah awak media di sebuah kafe di Kota Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026), ia menyampaikan klarifikasi secara terbuka mengenai berbagai isu yang menyeret namanya.

Dengan nada tenang namun penuh ketegasan, mantan Sekretaris Daerah DPD GRIB Jaya Provinsi Riau itu menjawab satu per satu pertanyaan wartawan mengenai pemberhentiannya dari kepengurusan, tudingan telah menjatuhkan mantan Ketua DPD Irfan Raja Kumala, hingga tuduhan dugaan pemalsuan surat mandat yang belakangan ramai beredar di media sosial dan sejumlah media daring.

banner 325x300

Menurut Imelda, berbagai tuduhan tersebut telah menjadi beban moral yang harus ia luruskan agar tidak berkembang menjadi opini yang menyesatkan publik.

“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Riau apabila dalam beberapa waktu terakhir merasa terganggu dengan berbagai pemberitaan, video maupun informasi yang beredar mengenai dinamika di tubuh GRIB Jaya Provinsi Riau. Saya berharap persoalan ini disikapi dengan bijaksana dan jangan sampai memecah persaudaraan,” ujarnya mengawali klarifikasi.

Hormati Keputusan DPP, Meski Harus Menerima Kenyataan

Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Imelda menegaskan dirinya tetap menghormati keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GRIB Jaya yang telah diumumkan melalui konferensi pers pada 30 Juli 2026.

Baginya, organisasi memiliki mekanisme dan kewenangan tersendiri yang harus dihormati oleh seluruh kader.

“Keputusan DPP saya hormati. Organisasi mempunyai mekanisme sendiri dan saya tetap menghargai keputusan tersebut,” katanya.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin memperkeruh keadaan ataupun membawa persoalan internal organisasi ke ruang konflik yang lebih luas.

Tegas Bantah Pernah Menjatuhkan Irfan Raja Kumala

Salah satu isu yang paling banyak diperbincangkan adalah tudingan bahwa dirinya menjadi pihak yang menyebabkan lengsernya Irfan Raja Kumala dari jabatan Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Riau.

Dengan tegas Imelda membantah tuduhan tersebut.

Ia mengaku selama hampir tiga tahun bergabung di GRIB Jaya justru lebih banyak menghabiskan waktu membangun organisasi, melaksanakan kegiatan sosial seperti Jumat Berkah, memperkuat konsolidasi kader di kabupaten dan kota, serta menjalin komunikasi dengan jajaran Satgas.

Menurutnya, pada akhir tahun 2025 dirinya justru diminta oleh jajaran Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP hingga Ketua Umum H. Hercules Rosario Marshal untuk membantu menyampaikan perkembangan organisasi di Riau karena komunikasi dengan Ketua DPD saat itu disebut sempat terputus selama beberapa bulan.

“Saya justru berusaha mencari Ketua Irfan. Akhirnya kami bertemu di lobi Hotel Furaya. Saat itu saya menyampaikan agar beliau kembali membuka komunikasi dengan Ketua Umum. Saya tidak pernah memiliki niat ataupun melakukan tindakan untuk melengserkan beliau,” tegas Imelda.

Tuduhan Pemalsuan Surat Disebut Sebagai Fitnah

Isu lain yang paling menyita perhatian publik adalah tudingan dugaan pemalsuan surat mandat.

Dalam klarifikasinya, Imelda membantah keras tuduhan tersebut.

Ia mengatakan seluruh surat mandat yang pernah diterimanya berasal langsung dari DPP GRIB Jaya dan ditandatangani oleh Ketua Umum beserta jajaran pengurus pusat yang berwenang.

“Saya tidak pernah membuat ataupun memalsukan surat. Semua surat yang saya gunakan berasal dari DPP. Kalau ada yang menuduh saya memalsukan surat, saya justru bertanya, surat yang mana? Semua berasal dari DPP,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pencantuman nama seorang pendamping hukum bernama Andi dalam surat mandat dilakukan atas permintaannya kepada DPP karena saat itu dirinya merasa membutuhkan pendamping berlatar belakang advokat dalam menjalankan tugas organisasi.

Menurut Imelda, dirinya hanya menjalankan amanah organisasi berdasarkan mandat yang diberikan.

“Tugas saya hanya menjalankan arahan DPP untuk melakukan konsolidasi DPD dan DPC di Provinsi Riau. Saya tidak pernah mencampuri urusan internal DPP.”

“Dalam Organisasi, Dinamika dan Politik Itu Ada”

Suasana wawancara semakin menarik ketika salah seorang wartawan menanyakan apakah konflik yang terjadi tidak terlepas dari kepentingan politik di dalam organisasi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Imelda tidak menampik bahwa dinamika organisasi kerap diwarnai berbagai kepentingan.

“Namanya dinamika berorganisasi, tentu ada dinamika dan politik yang menjadi bagian dari perjalanan organisasi,” ujarnya.

Saat ditanya apakah dirinya merasa menjadi korban fitnah, Imelda menjawab singkat namun penuh makna.

“Kalau fitnahan terhadap saya, ya demikianlah yang saya rasakan,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian dalam sesi wawancara karena menggambarkan bagaimana ia memandang berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya sebagai sesuatu yang menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan.

Tidak Pernah Mengenal Martin Purba Sebelumnya

Menjawab isu lain yang berkembang, Imelda juga meluruskan anggapan bahwa dirinya merupakan pihak yang merekomendasikan Martin Purba menjadi Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Riau.

Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar.

“Saya baru dipertemukan dengan Saudara Martin Purba pada Februari 2026 di kantor DPP, tepatnya di ruang Sekretaris Jenderal. Saat itu beliau sudah berada di sana. Tidak lama kemudian saya dipanggil masuk ke ruangan Ketua Umum. Di situlah Ketua Umum memberikan mandat kepada Saudara Martin sebagai Ketua DPD Provinsi Riau dan saya diminta mendampingi beliau sebagai Sekretaris Daerah,” jelasnya.

Hormat kepada H. Hercules Rosario Marshal

Ketika ditanya mengenai pandangannya terhadap Ketua Umum DPP GRIB Jaya, H. Hercules Rosario Marshal, Imelda memberikan jawaban yang penuh penghormatan.

“Ketua Umum sangat baik, luar biasa. Apa pun keputusan beliau, saya sangat menghormatinya.”

Namun ia juga menyampaikan satu kalimat yang memancing perhatian para wartawan.

“Kita lihat saja nantinya ending-nya bagaimana dan seperti apa, semua akan terlihat.”

Pernyataan tersebut diucapkannya tanpa menjelaskan lebih jauh maksud yang dimaksud, sehingga menjadi penutup yang mengundang berbagai penafsiran.

Memilih Berserah Diri kepada Allah SWT

Di tengah badai polemik yang menerpa dirinya, Imelda mengaku memilih untuk berserah diri kepada Allah SWT.

Ia mengatakan tidak ingin larut dalam konflik yang berkepanjangan.

“Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT.”

Imelda juga mengungkapkan bahwa sebelum aktif di GRIB Jaya dirinya merupakan seorang insan media dan reporter televisi.

Karena itu, setelah tidak lagi menjabat di kepengurusan organisasi, ia berencana kembali menekuni dunia jurnalistik.

“Saya akan kembali ke profesi saya sebagai insan media dan terus berkarya.”

Berharap Konflik Segera Berakhir

Menutup keterangannya, Imelda berharap polemik yang terjadi di tubuh GRIB Jaya Provinsi Riau dapat segera berakhir.

Ia mengajak seluruh kader untuk kembali bersatu, menjaga kekompakan, serta mengedepankan persaudaraan demi kemajuan organisasi.

“Saya berharap GRIB Jaya semakin maju di Provinsi Riau. Seluruh kader tetap kompak, solid, saling mendukung, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat di Bumi Lancang Kuning,” pungkasnya.

Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini memuat klarifikasi dan pernyataan Datin Imelda Samsi atas berbagai isu yang beredar. Pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan memiliki hak jawab apabila ingin memberikan tanggapan atau klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *